OPINI

Sungai Tidak Pernah Pergi dari Hidup Kita. Lalu, Mengapa Kita Sering Pergi Darinya?

Sungai adalah kehidupan kita. Mari peduli, bergerak, dan bergabung di Humanity for Bluewater untuk menjaga sungai Indonesia bersama.

Admin HFB 28 August 2026
3 menit baca 37 dibaca
Share
Sungai Tidak Pernah Pergi dari Hidup Kita. Lalu, Mengapa Kita Sering Pergi Darinya?

Ada sesuatu yang sering kita lupakan tentang sungai: ia tidak pernah benar-benar pergi dari hidup kita. Kita melihatnya ketika melewati jembatan, mendengarnya ketika hujan turun deras, menyebut namanya ketika banjir datang, bahkan mungkin pernah bermain di tepinya ketika kecil. Namun setelah itu, kita kembali menjalani kehidupan seperti biasa, seolah-olah sungai adalah sesuatu yang berada di luar kehidupan kita. Padahal air yang kita gunakan, pangan yang kita konsumsi, lingkungan tempat kita tinggal, hingga kehidupan berbagai makhluk di sekitar kita memiliki hubungan erat dengan sungai dan ekosistem air. Ketika sungai sakit, kehidupan di sekitarnya ikut merasakan sakitnya. Karena itu, menjaga sungai bukan hanya tugas pemerintah, aktivis, komunitas, atau para ahli. Sungai melewati rumah, desa, kota, sawah, kebun, sekolah, pasar, dan berbagai ruang kehidupan masyarakat. Kita tidak harus menjadi ahli hidrologi atau memiliki organisasi besar untuk peduli. Kepedulian dapat dimulai dari hal sederhana: tidak membuang sampah ke sungai, memperhatikan kondisi sungai di sekitar kita, mendokumentasikan persoalan, mengajak orang lain untuk peduli, mengikuti kegiatan komunitas, dan berani melaporkan ketika melihat pencemaran. Yang paling penting adalah berhenti menganggap kerusakan sungai sebagai sesuatu yang normal.

Masalah sungai Indonesia sudah terlalu besar untuk diabaikan. Kondisi sungai bukan sekadar tentang sampah yang mengambang di permukaan air, tetapi menyangkut kualitas lingkungan, kesehatan masyarakat, ekosistem, kehidupan ekonomi, dan masa depan generasi berikutnya. Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup melaporkan bahwa berdasarkan pemantauan kualitas air nasional tahun 2025 di 6.245 lokasi yang mencakup 1.926 sungai dan 109 danau atau situ, sebanyak 1.801 badan air mengalami pencemaran. Angka tersebut bukan sekadar statistik; di baliknya ada sungai yang kehilangan kualitasnya, masyarakat yang hidup di sekitarnya, ekosistem yang terganggu, dan anak-anak yang seharusnya mengenal sungai sebagai bagian indah dari kehidupan. Karena itu, persoalan sungai tidak cukup diselesaikan dengan membersihkan sungai sekali kemudian melupakannya. Sungai membutuhkan perhatian yang terus-menerus, data, pengawasan, edukasi, komunitas, dan masyarakat yang mau hadir. Kita hidup di zaman ketika hampir semua hal dapat didokumentasikan. Kita memotret makanan, perjalanan, dan aktivitas sehari-hari, lalu membagikannya kepada dunia. Maka ketika melihat sampah menumpuk di sungai, perubahan warna air, kerusakan bantaran, atau aktivitas yang berpotensi mencemari lingkungan, mengapa tidak kita dokumentasikan dan laporkan? Satu laporan mungkin terlihat kecil, satu dokumentasi mungkin sederhana, dan satu kegiatan bersih sungai mungkin hanya berlangsung beberapa jam, tetapi ketika dilakukan oleh banyak orang dan dikolaborasikan, tindakan-tindakan kecil itu dapat menjadi kekuatan besar.

Humanity for Bluewater (HFB) hadir dari gagasan sederhana bahwa sungai membutuhkan lebih banyak manusia yang peduli, mengamati, mendokumentasikan, dan mau bergerak. HFB bukan tentang satu orang, satu komunitas, atau satu daerah, tetapi tentang bagaimana kepedulian terhadap sungai dapat dipertemukan dalam sebuah gerakan yang lebih luas. Masyarakat, pegiat sungai, relawan, komunitas, sekolah, pemuda, akademisi, pemerintah, dan siapa pun yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan dapat mengambil bagian sesuai kemampuannya. Anda tidak perlu menunggu memiliki jabatan, organisasi besar, atau banyak pengikut untuk mulai berkontribusi. Mulailah dari sungai yang paling dekat dengan Anda: sungai di belakang rumah, sungai di desa, sungai yang Anda lewati setiap hari, atau sungai tempat anak-anak pernah bermain. Mungkin kita tidak mampu menyelesaikan seluruh persoalan sungai Indonesia hari ini, tetapi kita selalu bisa melakukan sesuatu hari ini. Mulai melihat, mendengar, mendokumentasikan, berbagi pengetahuan, mengajak orang lain, dan terlibat. Jangan hanya menunggu sungai berubah. Jadilah bagian dari orang-orang yang memilih peduli. Jika Anda percaya bahwa sungai adalah bagian penting dari kehidupan dan masa depan Indonesia, mari ubah kepedulian menjadi tindakan bersama Humanity for Bluewater. Daftarkan diri Anda di hfb.my.id dan menjadi bagian dari gerakan untuk sungai yang lebih bersih, sehat, terpantau, dan berkelanjutan. Karena sungai yang kita jaga hari ini adalah kehidupan yang kita wariskan kepada generasi berikutnya.

Bagaimana pendapat Anda tentang cerita ini?

Seberapa bermanfaat artikel ini dalam membuka pandangan Anda tentang konservasi air?

5.0 / 5 (1 penilaian)
PEDULI TERHADAP SUNGAI INDONESIA?

Cerita Ini Bisa Menjadi Awal Aksi Anda

Mari menjadi bagian dari Humanity for Bluewater dan ikut mengubah kepedulian masyarakat terhadap ekosistem air menjadi aksi nyata.

Daftar Sekarang

Bagikan ke WhatsApp 📲

Pilih bagaimana Anda ingin membagikan artikel ini:

Ajak Jaga Sungai Indonesia 🌊

Salin ajakan di bawah ini untuk dibagikan ke media sosial dan ajak teman-teman Anda menjaga kebersihan sungai Indonesia!

✓ Link berhasil disalin